Berbasis AI, Nodeflux Permudah Pemda DKI Monitoring Mobilitas Warga Lawan Covid-19

Syakur Usman
May 18, 2020

Merdeka.com - Memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) berbasis Computer Vision, Nodeflux menciptakan solusi Public Mobility Monitoring yang mampu memantau mobilitas masyarakat dan kendaraan di Jakarta.

Solusi ini diperlukan seiring perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta untuk memantau mobilitas penduduk secara efektif. Teknologi juga mempermudah pemantauan mobilitas publik, sehingga membuat kinerja aparat dan pemerintah menjadi lebih efisien.

Pemantauan secara otomatis tersebut dimungkinkan berkat integrasi dengan hampir 1.500 CCTV di seluruh area Jakarta, yang mencakup 44 kecamatan dan 267 kelurahan sejak pertengahan April lalu. Termasuk di daerah-daerah mobilitas tinggi, seperti Cakung, Cempaka Putih, Cilandak, dan Tanah Abang.

Data yang diperoleh dari berbagai CCTV tersebut kemudian disajikan dalam bentuk monitoring dashboard yang mudah dipahami.

Dalam implementasinya, Nodeflux menggandeng Jakarta Smart City dengan integrasi monitoring-dashboard berbasis laman web di corona.jakarta.go.id/id/data-visualisasi. Dengan integrasi tersebut, petugas dan masyarakat dapat dengan mudah melihat mobilitas masyarakat dan kendaraan pada area tertentu di Jakarta.

Selain itu, dashboard informasi tersebut juga memungkinkan petugas dan masyarakat membandingkan informasi kepadatan kendaraan dan manusia berdasarkan wilayah maupun rentang waktu serta melihat titik persebaran CCTV.

“Solusi berbasis AI ini membantu manajemen Covid-19 diterapkan di beberapa negara maju. Kami mencoba untuk menerapkannya melalui talenta Indonesia, scalability engine adalah hal utama yang kami siapkan, sehingga solusi-solusi baru dapat dengan mudah (plug & play) dan dalam skala besar bisa langsung diimplementasikan dalam waktu yang sangat cepat. Ke depannya kami berharap integrasi dapat diperluas ke tempat-tempat lain, seperti halte, stasiun, pasar, dan lainnya agar petugas dapat dialokasikan ke wilayah yang tepat dan juga mempermudah evaluasi kebijakan,” ujar Meidy Fitranto, CEO Nodeflux, dalam rilisnya, Senin (18/5).

Dengan kolaborasi ini, diharapkan pemantauan PSBB dapat dilakukan dengan lebih efektif.

“Melalui smart collaboration ini, kami dapat melihat wilayah efektif menerapkan imbauan PSBB atau wilayah yang masih belum menjalankan PSBB. Sehingga data tersebut dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan di dinas terkait. Selain itu, kolaborasi ini juga menunjukkan Pemprov DKI Jakarta terbuka untuk bekerja sama dengan startup yang ingin memberikan solusi bagi penanganan Covid-19 di Jakarta,” ungkap Yudhistira Nugraha, Kepala BLUD Jakarta Smart City Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta.

News Update from Nodeflux

keep informed about our innovation and development
Let's discuss about your solution!
CONTACt US